Museum Nasional menggelar pameran yang menarik perhatian banyak pengunjung, yaitu pameran akulturasi Tionghoa di Nusantara. Pameran ini bertujuan untuk mengungkapkan sejarah panjang hubungan antara Tionghoa dan Nusantara serta bagaimana kedua budaya tersebut saling memengaruhi satu sama lain.
Pameran ini menampilkan berbagai artefak dan benda seni yang mencerminkan akulturasi antara budaya Tionghoa dan budaya lokal di Nusantara. Pengunjung dapat melihat berbagai jenis kerajinan tangan, pakaian tradisional, senjata, alat musik, dan lainnya yang merupakan hasil dari pertukaran budaya antara kedua bangsa.
Salah satu contoh akulturasi yang menarik adalah dalam bidang kuliner. Pengunjung dapat melihat berbagai jenis masakan Tionghoa yang telah diadaptasi menjadi masakan lokal di Nusantara, seperti bakmi, lumpia, dan bakpao. Selain itu, pameran juga menampilkan berbagai jenis seni rupa dan arsitektur yang menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa di Nusantara.
Melalui pameran ini, Museum Nasional berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kompleksitas hubungan antara Tionghoa dan Nusantara serta menghargai warisan budaya yang telah terbentuk dari pertukaran budaya tersebut. Pameran ini juga menjadi ajang untuk merayakan keberagaman budaya dan memperkuat hubungan antara kedua bangsa.
Pameran akulturasi Tionghoa di Nusantara di Museum Nasional merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya yang berharga. Dengan mengenal dan memahami akulturasi antara budaya Tionghoa dan budaya lokal di Nusantara, kita dapat lebih menghargai keberagaman budaya yang ada di Indonesia.